Kamis, 01 September 2011

Sejenak Saja, Kawan

sejenak tidak membaca puisi dadakan meminta maaf. marilah membaca tulisan ini untuk bekal berkontemplasi.

kawan, disaat kita menyantap makan-makanan yang enak nan lengkap dengan kue lebarannya. pernahkah kita ingat pada orang-orang yang kurang mampu disekitar kita?
atau bahkan kita malah seperti kesurupan menikmati berbagai hidangan makanan, lupa diri lupa sesama. Astaghfirulloohal'adziim.

padahal..kawan, perintah memberi makan dan mendorong orang lain untuk memberi makan orang tak mampu tertera dalam Qur'an. kitab suci kita.


"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? maka itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin" (T.Qs. Al-Maa'un: 1-3)

DUSTAKAH KITA PADA AGAMA INI?

wajar saja, jika Indonesia ini tidak pernah maju. kemiskinan dimana-mana.
katanya, kemiskinan menurun. ternyata informasi itu benar. menurun pada anak-cucu. tiap-tiap individu sibuk dengan urusannya masing-masing, kalaupun peduli..kebanyakannya memiliki motif tertentu. apalagi sekarang mendekati musim kampanye 2014.

katanya negeri ini adalah negeri yang bermayoritaskan muslim. lantas mengapa ini semua terjadi. padahal dulu, seorang pemimpin Islam rela berjaga setiap malam untuk memastikan tidak ada rakyatnya yang kelaparan, apalagi mati kelaparan. dustakah kita pada agama ini?

jauh, sejauh-jauhnya dari pusaka kita. Al-Qur'an & As-Sunnah. itulah penyebabnya.

padahal..kawan, setiap muslim hendaknya khawatir untuk meninggalkan generasi yang lemah. seperti peringatan Allooh swt. dalam Qur'an Surat An-Nisa ayat 9.

"Dan hendaklah takut (kepada Allooh) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allooh, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar."

sekarang..Anda berharap pada pemimpin negeri ini? lupakan saja. lakukan apa yang bisa kita lakukan. ayat-ayat Qur'an diatas bukan hanya ditujukan pada para pemimpin negeri tapi pada setiap individu.

Dustakah kita kawan?
Dustakah kita pada agama ini?

TS.
|kontemplasi, 2&3 Syawal 1432 H|

Tidak ada komentar:

Posting Komentar