Minggu, 01 April 2012

Muhammad Al-Fatih 1453

Ini adalah kisah ketika dunia hanya mengenal dua wilayah, Barat dan Timur. Ini adalah persaingan antara dua negara; Imperium Romawi dan Khilafah Islam. Ini adalah cerita saat dunia terpolarisasi menjadi dua bagian; Kristen dan Islam. Ini adalah epik antara dua kekuasaan; Byzantium dan Utsmani.

Pada suatu masa ketika dunia hanya terbagi menjadi dua bagian, sudah menjadi kewajaran bagi Barat untuk menaklukkan Timur. Namun ada satu pemuda yang membalik semuanya dan menaklukkan sebagian besar Barat.

Pemuda yang mengukir namanya dalam sejarah emas dunia, dengan prestasi dan pencapaian yang tidak pernah ada pada masanya ataupun sebelumnya, prestasi yang jauh melebihi masanya.

Ini adalah salah satu pertempuran paling penting dalam sejarah Islam dan sejarah dunia. Pertempuran yang sangat berpengaruh pada relasi Kristen dan Islam. Serta panglima terbaik yang telah diramalkan oleh Rasulullah saw.
(Muhammad Al-Fatih 1453 oleh Felix Y. Siauw)

Aku katakan pada kalian sekarang, yang pernah meninggalkan shalat fardhu sejak balighnya, silakan duduk!”

Begitu sunyi. Tak seorang pun bergerak.

“Yang pernah meninggalkan puasa Ramadhan, silakan duduk!”

Andai sebutir keringat jatuh ketika itu, pasti terdengar. Hening sekali, tak satu pun bergerak.

“Yang pernah mengkhatamkan Al Qur’an melebihi sebulan, silakan duduk!”

Kali ini, beberapa gelintir orang perlahan menekuk kakinya. Berlutut berlinang air mata.

“Yang pernah kehilangan hafalan Al Qur’an-nya, silakan duduk!”

Kali ini lebih banyak yang menangis sedih, khawatir tak terikut menjadi ujung tombak pasukan. Mereka pun duduk.

“Yang pernah meninggalkan shalat malam sejak balighnya, silakan duduk!”

Tinggal sedikit yang masih berdiri, dengan wajah yang sangat tegang, dada berdegub kencang, dan tubuh menggeletar.

“Yang pernah meninggalkan puasa Ayyamul Bidh, silakan duduk!”

Kali ini semua terduduk lemas. Hanya satu orang yang masih berdiri. Dia, Sang Sultan sendiri. Namanya Muhammad Al Fatih.
(Jalan Cinta Para Pejuang oleh Salim A. Fillah)

***
Subhanallooh, keberadaan Muhammad Al-Fatih ini ternyata telah diprediksi oleh Rosulullooh SAW dalam sabdanya: "Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan". (HR. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335)

siapakah al-fatih 1453 ini?
ia adalah putra dari sultan Murad II yang sejak kecil telah berada dalam bimbingan Syaikh Aaq Syamsuddin, seorang mufti di istana Sultan Murad. Syaikh Aaq senantiasa membacakan sabda Nabi SAW. diatas pada al-Fatih.
dalam sebuah kisah diterangkan bahwa hampir setiap hari al-Fatih kecil diberikan semangat baik oleh ayahnya ataupun gurunya, semangat taqwa pada Allooh dan pembebasan konstantinopel. dibacakannya sabda Nabi SAW. dan diajaknya ia ke tepi laut supaya dapat melihat benteng kokoh konstantinopel, kemudian dikatakanlah bahwa ia (al-Fatih 1453) adalah pemimpin yang akan membebaskan konstantinopel sebagai jawaban sabda Rosulullooh SAW.

walloohu'alam. (mohon dikoreksi apabila ada yg keliru)

bukan sembarang pemuda, bukan tiba-tiba juga bukan kebetulan, tapi al-Fatih ini lahir dari sebuah pembinaan yang terstruktur, intensif dan luhur.
InsyaAlooh, Kota Roma menanti Anda. siapakah berikutnya yang akan menjawab sabda Nabi SAW.?
mulailah dengan melayakkan diri.. "melayakan diri selalu saja lebih baik daripada menuntut".
~T.S.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar